Tuesday, October 14, 2014

Alhamdulillaah Ya Allah :)

Alhamdulillaah ya Allah... hanya rasa syukur yang dapat aku panjatkan kepada Allah, beban besar di pundak dan perasaan sedih terpukul yang beberapa hari ini hinggap di pundak aku, seakan hilang lenyap tak berbekas setelah kemarin siang, plooong ya Allah.. Alhamdulillaah...

Yaa sesuai komitmenku sebelumnya, dan juga untuk memenuhi rasa kepenasaranku, ahirnya kemarin siang aku datang ke sekolah putri kecilku untuk menemui guru2nya. Aku ingin mengetahui sebenarnya apa kebenarannya, apa yang digosipkan oleh segelintir ibu2 dan anak2 itu benar adanya atau tidak.. Aku ingin mendengar langsung dari mulut ibu2 guru itu sendiri..

Pertama2 aku menemui 2 orang guru wali kelas putri kecilku yang sekarang... Aku menanyakan bagaimana sikap putri ku di sekolah dan kebenaran dari kabar itu.. Aku perlihatkan bbm itu kepada mereka.. Dan respon merekaa... tidak jauh beda seperti yang aku duga... Mereka juga super kaget terhadap kabar itu dan menyatakan baru dengar kali ini.. Mereka panjang lebar menjelaskan putri kecilku yang selama ini dikenal sebagai putri yang baik, sholeh, sopan, dan prestasinya selalu baik, terunggul jika dibandingkan dengan teman2 perempuannya yang lain. Dan mereka juga menyatakan tidak pernah satu kalipun mendengar aduan apapun tentang putri kecilku.. Menurut mereka putri kecilku baik2 saja.. sangat baik2 saja.. Malah mereka bilang putriku memang sudah dewasa dan mandiri.. Pas ketika mereka melihat siapa yang mengadukan putriku, mereka malah bilang bahwa justru anak2 lain itulah yang bermasalah.. terutama si anak yang selalu menangis itu, ia memang sering menangis di kelas, tapi bukan oleh putri kecilku, tetapi karena digoda terus oleh anak2 laki2, dan justru selama ini putri kecilku lah yang sering tampil gagah berani membelanya.. Kesimpulan akhir dari para guru itu... Ahh ini hanya orang tuanya yang membesar2kan bu.. ibu tak perlu khawatir.. anak ibu baik2 saja, justru anak ibu anak baik, pintar, dewasa, mandiri dan shalehah. Para guru itu menanyakan kepadaku apa mau aku, menyarankan aku untuk merundingkan baik2 dengan para orang tua itu, dan menyatakan akan meninterogasi para anak2 yang telah mendiskreditkan putri kecilku. Tetapi aku menolaknya.. aku konsisten, aku tak mau membesar2kannya lagi... Aku bilang.. saya hanya mau minta tolong bu, tolong awasi putri saya, siapa tahu tanpa sepengetahuan kita semua, dia memang suka jahat sama temannya.. Para guru itu menyanggupi keinginanku... Mereka pun menawarkan diri untuk menjaga putriku, menjauhkannya dari anak2 itu, dan tetap akan menanyai mereka.. yaa aku jawab saya serahkan semua pada bu guru, ibu guru yang lebih tahu.. tapi saya mohon, kalau memang ibu mau menanyai mereka, tolong tanyakan baik2... karena aku tak mau, ini menjadi bumerang lagi untuk putri kecilku....

Kemudian aku bertemu dengan ibu guru wali kelas putriku ketika masih kelas 2.. Sama seperti guru yang lain, diapun kaget dengan berita itu dan menyatakan baru mendengarnya.. Dan beliau pun sama menyatakan bahwa selama ini putriku justru anak yang pendiam, baik, sholehah, berprestasi dan unggul... Ketika beliau tahu siapa yang mengatakan jelek terhadap putri kecilku itu, beliau malah tertawa dan malah menceritakan panjang lebar tentang kekurangan anak2 ini.. Ketika aku bilang aku juga mau tanya ke guru kls 1 putriku yang sayangnya sudah keburu pulang, beliau malah bilang.. ya sok aja kalau penasaran mah, tapi saya yakin dan berani jamin koq,, jawaban ibu kelas 1 tidak akan jauh beda dengan jawaban saya.. dan apa yang beliau ceritakan tidak akan beda dengan apa yang saya ceritakan ini, karena kami berdua juga suka  berdiskusi tentang hal ini, terutama tentang anak yang suka menangis itu, yang mereka nilai sangaat bermasalah sekali.. Dan kalimat terakhir dari ibu guru kelas 2 ini yang membuat aku tambah lega : Ahh tenang ajaa, putri kecil ibu mah baik2 aja.. Sok siapa yang berani bilang jelek tentang putri ibu mah biar sini saya yang hadapi dan marahi.. Justru saya heran, kenapa malah ibu2 yang anaknya ga bermasalah lah yang selalu intens berkomunikasi dengan guru2, kalau yang anak2nya bermasalah malah suka cuek..

Singkat kata Alhamdulillah.. aku sangat legaaaaaa... plooooong rasanyaa... bersyukurrr kepada Allah... ternyata Alhamdulillah putriku tidak bernoda.. Yaa mungkin dia benar pernah berbuat kesalahan, yaa namanya juga anak2, tapi putriku tidak jahat seperti yang digambarkan para ibu2 itu.. justru anak2 mereka yang bermasalah... Kesimpulannya sederhana saja.. anak2 itu tidak menyukai putri kecilku for some reason yang hanya mereka sendiri yang tahu, entah sirik entah apa, tapi sayangnya mereka malah memfitnah putriku.. mendiskreditkan putriku... Biar sajalah, Allah yang akan membalas mereka.. Justru aku bersyukur putri kecilku mendapat masalah seperti ini sejak dini, supaya dia makin kuaatt di kemudian hari..

Trenyuh aku mendengarkan kebijaksanaan putriku yang menyatakan bahwa : iya bunda, aku sakit hati sih, tapi ga apa2.. aku akan tetap baik sama mereka, kalau mereka ga mau main sama aku ya ga apa2, kan seperti kata slogan kita ya bunda "woles ajaa, kan masih banyak temannya".. bunda kan aku juga suka lihat film kalau di film kan orang baik selalu menang ya bunda, biarpun pernah kalah dulu, tapi akhirnya kan yang baik yaa bunda yang selalu menang... jadi aku ga apa2 bunda, bunda jangan sedih aja ya, kalau bunda sedih nanti aku malah jadi sedih dan mikirin bunda terus... heheehee Alhamdulillah putri kecilku sudah bisa berpikir sangat dewasa dan bijaksana...


Dan satu kejadian hari ini yang membuatku sangat bersyukur memiliki putri kecilku,, hari ini dia menunjukkan keluhuran budinya... Pagi ini salah satu anak yang memusuhi putriku itu tiba2 muntah di kelas, putriku berinisiatif sendiri menelepon aku untuk meminta aku menghubungi orang tuanya karena anak ini nangis ingin pulang... padahal si ibu ini lah yang mengirimkan bbm bombastis itu... Putriku 3 x menelepon aku demi temannya itu.. Ahirnya aku hubungi dia, karena susah jadi suami ku yang menghubungi adiknya yang kebetulan adalah murid suamiku... Putriku cerita, abis kasian bunda, dia nangis terus mana sendirian ga ada yang nemanin, jadi aku nemenin dan aku telepon bunda supaya bunda hubungi mamanya... Alhamdulillaah.. ini membuktikan putriku bukan anak jahat dan pendendam.. justru dia anak yang berbudi luhur dan mau membantu tanpa pamrih, tanpa memikirkan sakit hatinya.. kalau dipikir2,.. justru malah kemana itu teman2 TTSK nya heheeee :P


Alhamdulillah Ya Allah.. Kau telah karuniai aku malaikat kecil yang selalu membuat aku bangga.. semoga kami bisa terus menjaga amanah ini, menjadikannya manusia yang berbakti dan berguna.. Aamiin YRA

Sunday, October 12, 2014

Well... This is it...

Sebenarnya selama ini aku adalah orang yang tidak suka mencampuradukan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi. Biarpun selama ini aku memiliki keahlian dan bakat dalam bidang stratego, komunikasi, analisa juga psikologi, dan daya intuisi yang kuat, yang sangat berguna dalam pekerjaanku sehari2, aku tidak selalu menggunakan keahlianku itu dalam kehidupan pribadiku sehari-hari.. Mengapa? Ya untuk apa membesar2kan urusan yang remeh.. Apalagi dalam hal bergaul dengan ibu2 di sekolahan anak2ku, gabungan dari berbagai macam jenis ibu2 dengan berbagai latar belakang sosial dan pendidikan, yaa seperti kata Gus Dur jugaa, Gitu Aja Koq Repott siihh... yaa santai aja lahh, aku anggap pergaulanku di sekolah hanya sebagai salah satu selingan ringan dalam rutinitas kehidupanku sehari-hari... jadi yaa aku sih positif

Tapi setelah kejadian ini, seperti yang telah aku ceritakan dalam tulisanku sebelumnya... terpaksa aku harus menggunakan keahlian dan bakatku ituu.. bagaimana tidak.. aku terpaksa harus menggunakan akalku untuk menganalisa sebetulnya ini apa sih yang terjadi.. Aku yang terbiasa harus berpikir sistemik dan sistematis, dengan menggunakan timeline yang jelas dan lugas, harus terpaksa menerima masukan bahwa: Putri kecilku tukang bully, hobi marah2, tukang ngatur, tukang bikin nangis anak orang, tukang pukul, membuat anak2 lain tidak nyaman dan sebagainyaa...

Sebetulnya sih yaa manusiawi masukan seperti itu muncul, namun hati kecil ini kow yaa terasa sulit menerima hal tersebut sepenuhnya.. Bukan apa2, bukan karena aku arogan dan tidak terima, tapi naluriku sebagai seorang bisnis proses dan sistem analis merasakan ada yang janggal dari semua ini...

Hipotesis : Putri kecilku tukang bully, hobi marah2, tukang ngatur, tukang bikin nangis anak orang, tukang pukul, membuat anak2 lain tidak nyaman, hal ini terjadi selama 3 tahun, membuat anak2 semua tidak nyaman dan tidak suka dengan anakku..

Fakta yang terlihat selama ini, karena kebetulan aku juga sering sekali menjemput bahkan menunggui putri kecilku, dan bahkan sering pula berkumpul di luar jam sekolah, dan anak2 itu bahkan pernah bermain di rumahku dan bahkan sampai menginap, aku bisa melihat beberapa hal :

1, Anak2 itu tetap masih suka bermain normal dengan anakku, tidak terlihat takut. Kalau memang anakku adalah seorang "monster" tentunya anak2 itu tidak akan suka main dengan anakku, atau minimal akan terlihat takut.
2. Anak yang disebut selalu menangis di pojokan masjid oleh putriku itu dan butuh bantuan psikolog itu, jujur selama aku menjemput putri kecilku, aku jarang melihat dia menangis. Aku justru pernah melihat dia menangis, karena jatuh, karena diganggu oleh sepupunya sendiri, dan karena dibentak oleh ibunya sendiri. Bahkan kabarnya oleh adiknya sendiri pun dia juga dipaksa harus mengalah. Lah kalau memang di internal keluarganya pun sudah bermasalah, mengapa semua harus dilampiaskan pada putri kecilku?
3. Sampai H-2 kejadian itu, aku masih melihat anak2 bermain normal di acara ulang tahun si anak tersebut, bahkan sebelumnya di ulang tahun putri kecilku. H-1 aku malah melihat anak2 itu masih dadah2 pada putri kecilku di mobil.
4. Sejujurnya saat ini putri kecilku malah sedang jarang main dan berinteraksi dengan mereka, sejak ekskul balet ditiadakan, anakku jarang ikut kumpul, ikut kegiatan tari sunda baru 2 kali saja itupun aku selalu menjemputnya, dan setiap jam pulang sekolah anakku selalu pulang tepat waktu tidak ikut rombongan anak itu main dan nongkrong berjam-jam di balai kota. Dan intuisiku berkata hal ini justru ada hubungannya yang kuat dengan kejadian ini.
5. Cerita-cerita versi dari putri kecilku yang menurut aku justru malah lebih logis masuk akal dan merunut kepada timeline 3 tahun. Anakku selalu bercerita dengan detail, lugas dan runut.. bukan seperti teman2nya yang bercerita tak jelas dan detail sehingga harus disimpulkan sendiri oleh ibu2 mereka.
6. Somepeople yang menjadi narasumber justru terbukti nyata tidak dapat menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, semua lebaaiii dan tidak sistematis dan tidak konsisten. Apakah kesaksian dari orang yang seperti itu bisa dipercaya?
7. Karakter putri kecilku yang memang anak yang sangat tertib dan normatif pada aturan, dewasa, sangat mandiri dan percaya diri, ekstrovert, berani dan bawel.. bukan tidak mungkin justru ini yang menjadi masalah dan bumerang baginya..
8. Putriku memang kuat seperti Xena dan Elizabeth Swan.. mungkin cubitan main2 dan colekan main2nya  lebih terasa sakit karena tenaganya lebih besar :)
9. Masukan dari guru2nya yang selalu baik terhadap putriku sayang.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas dan setelah berdiskusi dengan suamiku tercinta, ahirnya aku dapat menganalisa beberapa hal :
1. Kondisi mendiamkan tapi ngageremet dalam hati dan kebanyakan ngagosip antar ibu2 selama 3 tahun ini menjadikan semua fakta menjadi blur, tidak merunut kepada suatu timeline yang jelas. Mengharapkan anak2 dan ibu2 itu berpikir sistemik sistematis menggunakan timeline? ahh aku pikir itu sama saja mengharapkan harapan semu, maaf.. aku ga yakin mereka mau dan mampu :)
2. Sepertinya betul memang anak2 itu tidak suka dengan putriku.. mungkin memang putriku pernah punya kesalahan dan pastinya putriku pun punya kekurangan.. Sifatnya yang normatif pada aturan itu yang seringkali membuatnya usil untuk menasihati teman2nya yang masih kekanak2an.. ditambah dengan kebawelannya mungkin malah mengesankan dia marah2.. Sifatnya yang pemberani membuat dia lebih tough dan mampu melawan, bukan hanya bisa menangis di pojokan. Sifatnya yang ekstrovert membuat dia lebih ekspresif mengeluarkan isi hatinya. Rasa percaya dirinya yang tinggi yang membuat dia lebih memiliki insiatif untuk mengatur daripada teman2nya yang lebih bersifat sebagai tim hore saja. Dan sifat2nya ini yang mungkin membuat teman2nya tidak suka pada dia... bukan apa2, yaa sifat2 ini pasti menjadikan anakku sebagai pemeran utama, bukan sebagai pemeran pembantu atau bahkan side kick :) Dan mungkin ini justru yang tidak disukai oleh teman2nya.. ketika pada ahirnya putriku justru lebih jarang bermain dengan mereka, para pemeran pembantu itu mungkin merasa senang tidak ada sang pemeran utama, dan ahirnya memutuskan untuk menghilangkan peran dari si pemeran utama ini, dengan cara yang membuat gank baru dan tidak mengajak putri kecilku.. Ketika akhirnya masalah ini meluap, di tambah dengan buasan2 dari ibu2 yang tidak memahami timeline, semakin nyatalah masalah ini menjadi gunung es..
3. Banyak anak yang memang sudah bermasalah dari sebelumnya.. si anak yang selalu menangis ini, ternyata juga suka take advantage dari putri kecilku koq, kalau dia merasa tertekan pada putriku mana mungkin dia berani take advantage sama putri kecilku?, si anak yang bilang lebih suka kalau putri kecilku tidak ada, mungkin memang dia tidak suka menjadi pemeran pembantu. si anak yang mengaku suka dipukul ahh ibunya saja harus belajar bagaimana menggunakan bahasa dengan baik dan benar lagi koq, apa mungkin bisa dipercaya? Si anak yang satu lagi.. well dia sih hanya penggembira, ikut arus.. ibunya saja jelas2 nyata main aman koq :)

Ahirnya aku dapat kesimpulan yang cukup melegakan batinku...

1. Putriku memang pasti pernah berbuat kesalahan baik yang dia sadari maupun tidak dia sadari.. Tapi putriku tidak jahat.. mungkin hanya orang2 saja yang tidak suka dan salah mengerti maksud baiknya..
2. Putriku sepertinya memang sengaja disingkirkan oleh teman2nya, entah alasan apaa.. mungkin mereka tidak suka dengan keberadaan sang pemeran utama.. mungkin para pemeran pembantu ingin merasakan jadi pemeran utama.. Ya.. putriku dikambinghitamkan oleh mereka..
3. Si anak yang selalu menangis.. well dia memang punya masalah sepertinya, banyak faktor penyebabnya, baik ibunya, adiknya, kakak sepupunyaa... tapi sayangnya mereka memilih putri kecilku sebagai pelampiasannya..
4. Putriku anak yang cerdas dan kuat.. tanpa harus aku ajarkan berlebihan, dia sudah mengerti bagaimana dia akan bersikap di sekolah sehubungan dengan hal ini.. kesimpulan yang dia ambil sesuai dengan harapan aku dan ayahnya.. InsyaAllah.. putriku pasti survive..
5. Dan untuk aku sendiri... kejadian ini cukup membuka mataku siapa mereka yang sebenarnya.. terpampang jelas dan nyata karakter asli mereka semua.. Yaa sudah lah, tak perlu terlalu banyak bergaul dengan mereka...


Baiklah sayaang... Mari kita tunjukkan kita lebih hebat.. Tunjukkan dengan prestasimu,, tunjukkan dengan kebaikanmu... Bunda percaya kamu anak yang hebat.. Bismillah.. InsyaAllah...



Saturday, October 11, 2014

Seandainya kalian mau mengenal putriku dengan baik :(

Haii.. udah lama ga nulis blog yaa... kesibukan yg mendera kadang bikin lupaa buat nulis. Tapi kejadian yang terjadi beberapa hari ini, bikin nie jadi tergerak untuk menulis blog ini lagi..

Semua bermula ketika suatu pagi kala kesibukan kantor begitu padat, perut ini terasa kumat.. udah berapa hari sih, entah mual, sakit kepala, diare, kolik sampai konstipasi.. yaa mungkin karena memang ahir-ahir ini beban stress begitu besar dan berat, sehingga kondisi fisik pun ahirnya turut drop. Pagi itu rushing ke kantor karena ada tamu dari jakarta yang harus ditemui di kantor, biarpun dengan demam, sakit kepala dan kolik yang masih terasa, maksain ajaa pergi ke kantor. Di perjalanan tiba2 telepon berdering, ohh ternyata dari princess kecilku... ketika diangkat, terdengar suara lirih nya... Bunda dimana? Aku lagi sedih bunda, temen-temen ga mau maen sama aku lagi.. sambil terdengar suara isak tangisnya.. Iya sayang, bunda lagi di kantor, nanti kalau bunda pulang, kita cerita2.. ade tenang aja yaa, ga usah hiraukan teman2 yaa.. Ternyata di perjalanan perut ini semakin terasa koliknya, sehingga ahirnya suamiku tercinta memutuskan untuk membawaku menemui dokter pribadiku di RS Santosa... Sambil menunggu antrian dokter, aku menginstruksi anak2 kantor dulu, sambil pegang HP teringat pada putri kecilku yang sedang menangis di rumah, kuputuskan untuk menelepon dia lagi.. sambil menangis dia bercerita... Kuputuskan untuk menulis status di BBM : "Sabar yaa sayangku, jangan nangis lagi. Tunggu bunda pulang yaa.."  Dan kemudian mengirim BBM pada salah seorang ibu teman putri kecilku, menanyakan kebenaran cerita putriku...

Tak disangka tak dinyana, status BB ku itu membuat seseorang kepo dan bertanya di grup. Refleks aku menjawab pertanyaan itu dengan santai tanpa pikiran negatif.. Sungguh kondisiku saat itu yang memang sedang cape, sakit, stress berat dan kaget pula karena dokter pribadiku menyarankan ku untuk melakukan endoskopi dan biopsi pada cairan lambungku, membuat pikiranku tidak serasional biasanya,

Singkat cerita.. siang itu aku mendapat berita yang bagaikan petir di siang bolong.. Bagaimana tidak. putri kecilku yang selama ini aku kenal sebagai anak yang manis, baik, shalehah, pintar dan selalu menjadi kesayangan semua orang di manapun, ternyata selama hampir 3 tahun ini di cap sebagai anak yang suka membully, suka marah2, sok ngatur, suka memukul dan suka mencubit!! Refleks aku segera kasak kusuk, menanyakan kebenaran berita ini kepada teman2nya.. Sebagian menyatakan yaa.. anaknya mengeluh putri kecilku suka marah2, suka ngatur2, anaknya sampai nangis tiap hari, Sebagian menyatakan tidak tahu.. sebagian masih berkata manis padaku.. tapi ada satu kabar dengan bahasa yang sangat fenonemal dan bombastisnya seolah2 menyakan putriku selama ini ibarat monster yang membuat tidak nyaman teman2nya!!   Tukang Bully, Tukang Pukul, Tukang Cubit... stigma paling mengerikan untuk seorang anak, tanpa disangka 3 tahun ini menempel di wajah putriku... dan ibu2 ini suka saling membicarakan ini di belakang aku tanpa satupun yang sudi memberitahukan kepadaku!! Alasannya simple.. saya ga mau membesar2kan mam, ini urusan anak2 mam.. tapii toh mereka saling diskusi, saling bahas, saling gosip yang ahirnya membuat masalah ini ibarat gunung es yang siap meledak... dibelakangku mereka mentertawakan putriku yang menangis, bilang "biar ini shock therapy untuknya"

Ahirnya para ibu2 itu memutuskan untuk merapatkan masalah ini beramai2 di sebuah kafe, aku diminta datang.. Sungguhh... aku menolak secara halus untuk hadir.. bukan apa2, selain memang kondisi fisik yang tidak memungkinkan, aku pun menjaga takutnya kalau aku hadir aku tidak bisa menahan emosiku.. apalagi kondisi fisik dan mentalku yang memang sedang tidak memungkinkan..Ahirnya aku mendapat kesimpulan seperti itu.. Yaa memang stigma itu disebut lebay karena BBM fenomenal itu dibuat oleh seseorang yang entah mungkin harus mengulang kembali pelajaran bahasa indonesianya.. tapi tetap saja, gadis kecilku yang manis dinyatakan seperti itu.. anakku membuat beberapa teman2nya tidak nyaman, sampai bilang enakan ga ada putri kecilku di kelas, hampir setiap hari membuat seorang anak menangis, memelototi, sering ngatur dan sering marah2 pada teman2nya

Sedih pasti.. kecewa pasti.. marah pastii... itu yang aku rasakan... tapi aku harus rasional, aku harus bijak dan aku harus dewasa menerima ini.. Ahirnya aku memutuskan untuk menerima semua tuduhan itu dengan lapang dada.. aku tidak defense sama sekali.. dan aku memutuskan beberapa kebijakan untuk putriku sayang. Kenapa aku tidak menunjukkan kemarahanku? yaa apa aku punya pilihan lain?? Kalau aku marah dan tidak terima, entah stigma buruk apa lagi yang akan putri kecilku terima, "tuh kan, ibunya ga terima, makanya kita ngomongin di belakang." Belum lagi mereka itu bergerombol melawan putriku, apa artinya pembelaanku ini??

Sungguh kalau mereka tahu, seperti apa putriku yang sebenarnyaa... Dia anak yang cantik, lucu, manis, sungguh merupakan baby sweetheart bagi semua orang yang mengenalnya. Aku jaraaang sekali memarahinya karena memang semua yang dia lakukan jaraaang yang membuatku marah, semua almost perfect... Sampai hari ini dia sudah bisa mandiri.. sejak kelas 1 dia sudah bisa membereskan buku2 pelajarannya sendiri dan bertanggung jawab atas semua tugas dan PRnya, aku hanya mengawasinya. Jika hendak bepergian bahkan keluar kota dia sudah bisa packing semua keperluannya sendiri, aku hanya mengawasi dan mengarahkannya, dan semua hampiir tidak ada yang perlu aku koreksi.. Semua gurunya pun sejak TK A hingga kelas 3 ini selalu memujinya sebagai anak yang pintar... Aku ingat guru2nya selalu berkata.. "Wah putri ibu mah bageur pisan atuh, sopan, rajin, paling unggul lah dibandingkan anak perempuan yang lain" Ehh tiba2 di usia 8 tahun ini, semua itu ibarat buyar... Aku perhatikan anakku, aku tahu anakku tidak akan sempurna, dia banyak kesalahan dan kekurangan, namanya juga anak-anak yang sedang belajar. Tapi aku ibunya.. aku tahu kapan dia bohong dan kapan dia tidak! Sungguh dia hanya anak yang sangat normatif pada aturan, tertib pada tata titi, inisiatif, percaya diri, bawel, cerewet, dan terkadang posesif, dia anak yang pemberani... dia anak yang penyayang dan perhatian,,, tapi mungkin itu justru sifat2nya itu yang malah menjadi bumerang untuknya.. Rasa perhatiannya, tertib dan normatif nya itu yang membuat dia terkadang suka gatal untuk menasihati teman2nya yang berbuat salah.. keberanian dan percaya dirinya itu yang membuat dia tidak takut untuk membela dirinya.. bawel dan cerewetnya itu yang dianggap marah2... inisiatif dan percaya dirinya yang tinggi ini yang membuat dia seolah2 selalu tampil sebagai ketua dan inisiator dari teman2nya.. sikap posesifnya yang kadang membuat dia menjadi seperti memiliki sahabatnya.. dan yaa mungkin tidak semua anak bisa menerima sifat2 ini... diperbuas dengan obrolan2 antar ibu2 yang hanya berani untuk saling membicarakan dan mendiskusikan ini di belakangku, tapi begitu pengecut untuk menghadapiku langsung.. membuat masalah ini seperti gunung es.. tampak ringan tapi dalam.. Aku dan putriku seolah2 seperti dikeroyok tanpa bisa melawan.. Sakit? yaa tentunya sakiiittt sekalii... Perlu kesabaran dan keluasan hati untuk menghadapi masalah ini... Hampir2 aku drop dan depresi memikirkannya.. Tapi untung aku tersadar, buat apa aku down?? itu hanya membuktikan bahwa level aku sama dengan mereka...

Dan apa yang membuatku makin sulit untuk mempercayai berita ini... Aku selama ini rutin sering menjemput putriku, kami suka bermain dan berkumpul bersama.. selama kumpul anak2 main biasa ajaa.. teman2 putriku tidak terlihat takut pada putriku, aku kenal putriku, dia bukan anak yang hanya manis mulut tapi suka berbohong.. dia anak yang bersahaja dan apa adanyaa... bukan anak yang suka bersandiwara.. Anak2 itu juga suka bermanja2 terhadapku.. malah anak yang katanya selalu nangis tiap hari karena putri kecilku, aku tidak pernah melihat dia menangis kalau aku menjemput putriku.. anak itu malah manja sama aku, suka minta dibelikan es krim, malah aku beberapa melihat sendiri ibunya yang suka membentak dia di depanku, dan sepupunya membullynya di depanku.. sekarang mengapa stigma anak itu sampai harus jadi ke psikolog ditimpakan semua tanggung jawabnya pada putriku sayang sebagai penyebabnya?? Putri kecilku punya versi untuk semua tuduhan2ku.. versi itu aku pikir masuk akal, tapi biarlah aku simpan sendiri itu semua.. buat apa aku mengemis2 meminta mereka mendengarkan versi putriku.. Aku mengalah demi kebaikan.. aku mengalah demi menang... biarlah anakku, kitka tunjukkan saja dengan prestasi, bukan dengan kata2, bukan dengan kroyokan.. Biarlah mereka membicarakan kita di belakang.. Biarlah mereka senang karena merasa menang..

Putri kecilku pun sering bercerita dia diperlakukan tidak baik oleh teman2nya, terkadang sampai luka, barangnya hilang.. tapi aku konsisten, aku tidak pernah membesar2kannya dan aku pun tak pernah berbincang bergosip tentang itu di belakang. Bahkan putraku tersayang juga ketika SD tak terhitung berapa kali ingin pindah sekolah karena merasa terintimidasi oleh temannya, sampai barang2 berharga seperti uang dan PSP hilang.. Aku konsisten, aku besarkan hati anak2mu, aku tidak pernah bergosip dan kasak-kusuk tentang anak2 yang mengintimidasi putraku.. putraku harus kuat.. dia harus survive..

Ahh.. masih banyak rasanya unek-unek yang ingin aku luapkan.. tapi yaa sudahlah.. dan yang lebih sakit, yang memperlakukan kami seperti ini adalah orang-orang yang selama ini mengaku sebagai teman baik kami, aku seringkali berkorban banyak untuk membantu mereka tanpa pamrih, tapi inikah balasan yang aku terima :(

Ternyata putriku yang selama ini dibesarkan dengan kondisi mendekati ideal, dekat dengan orang tua dan guru, terbuka dengan ortu, penuh kasih sayang dan perhatian, keluarga yang harmonis, terjamin kebutuhan lahir bathinnya, berprestasi, penyayang... malah harus menelan kenyataan pahit menerima ujian ini.. Ya tidak apa2 yaa anakku, anggap saja ini ujian kenaikan kelas kita, buktikan saja dengan prestasimu yaa nak... I love u so much... Kadang2 terlintas dalam pikiranku, apakah anak2 ini iri dengan anakku dan kemudian bergerombol untuk menyingkirkan putriku? ahh tapi aku hilangkan perasaan itu, aku masih berpositif thinking bahwa anak2 itu masih suci dan bersih...



Ahhh seandainya kalian mau mengenal putriku dengan baik :(

Bandung, 11 Oktober 2014

Wednesday, April 23, 2014

Can't Fight This Feeling...

Cuman kepengen copas lirik lagu ini... Can't Fight This Feeling nya REO Speedwagon..

I can't fight this feeling any longer. 
And yet I'm still afraid to let it flow. 
What started out as friendship, 
Has grown stronger. 
I only wish I had the strength to let it show. 

I tell myself that I can't hold out forever. 
I said there is no reason for my fear. 
Cause I feel so secure when we're together. 
You give my life direction, 
You make everything so clear. 

And even as I wander, 
I'm keeping you in sight. 
You're a candle in the window, 
On a cold, dark winter's night. 
And I'm getting closer than I ever thought I might. 

And I can't fight this feeling anymore. 
I've forgotten what I started fighting for. 
It's time to bring this ship into the shore, 
And throw away the oars, forever. 

Cause I can't fight this feeling anymore. 
I've forgotten what I started fighting for. 
And if I have to crawl upon the floor, 
Come crushing through your door, 
Baby, I can't fight this feeling anymore. 

My life has been such a whirlwind since I saw you. 
I've been running round in circles in my mind. 
And it always seems that I'm following you, girl, 
Cause you take me to the places, 
That alone I'd never find. 

And even as I wander, 
I'm keeping you in sight. 
You're a candle in the wind, 
On a cold, dark winter's night. 
And I'm getting closer than I ever thought I might. 

And I can't fight this feeling anymore. 
I've forgotten what I started fighting for. 
It's time to bring this ship into the shore, 
And throw away the oars, forever. 

Cause I can't fight this feeling anymore. 
I've forgotten what I started fighting for. 
And if I have to crawl upon the floor, 
Come crushing through your door, 
Baby, I can't fight this feeling anymore.


Lagu ini dulu yang jadi soundtrack waktu ahirnya kurleb 20 taun lalu jadian sama soulmateku tersayang, yang sekarang udah jadi suami dan imam tercinta selama 14 tahun setelah pacaran selama 5.5 taun. A very handsome guy, a rocker scientist, a geek romantic, a caring lover, a fun dad, a funky lecturer, a commit and loyal man, Alhamdulilllah... Love him so much... Semoga selalu SAMARA bersamamu yaa Hunnyku :)

Wednesday, April 16, 2014

Resume Seminar Abah Ambu " Tantangan Mendidik Anak di Era Digital"

By Ibu Elly Risman / 12 April 2014.


Elly Risman: "Bahaya paling besar yg dihadapi negeri ini adalah bahwa tidak tahu bahwa kita dalam bahaya. Kita tidak sadar bahwa pornografi telah merusak anak2 kita."

Lihat Fakta :


  • Org bandung, deden (28th), mengumpulkan 128rb video bokep untuk dijual. Harga 30rb-800rb. Yg 800rb adalah video2 seks dengan anak2!
  • Kasus perkosaan-pornografi di Bandung
  • Pelajar SMP kota bandung jd pelacur, cukup dibayar dg pulsa.
  • AA (35th) memperkosan anak wanitanya sendiri (11th), sebelum dinodai, si anak disuruh nonton tv, kmdn diganti dg video porno. Lokasi: sekeloa – bandung
  • 7-9 th lalu sudah ada di sinetron adegan menelanjangi teman sekolah, bullying dan kejahatan2 (bukan kenakalan lg) remaja sudah diajari melakukan kejahatan ke sesama teman. Jahatnya sinetron
  • Pelajar SMP melakukan seks dg teman sekolah atas dasar suka sama suka
  • 28% pekerja seks remaja di Bandung adlh pelajar aktif atau masih bersekolah
  • Kasus video mesum SMP 4 jakarta dilakukan atasdasar suka sama suka. Dilakukan pertama kali 10 hari setelah Jadian. Lalu 15 hari setelahnya. 3x dalam 5 hari. Direkam oleh anak OSIS. Diperankan oleh anak berprestasi. 
  • Hasil pencarian di google “seks dg pacar” dan “cara menggugurkan kandungan” meningkat terus (double) dari feb 2013 – jan 2014
  • Video lain, 2 minggu lalu. Dilakukan di kelas, di balik pintu. Oleh pelajar SMP (yg putri berjilbab) mereka melakukan seks hanya 4:20 detik. Sebelumnya mereka sudah sexting (kirim2 mssge porno via hp). Janjian ketemu, lgs “melakukan”. Tanpa buka baju, tanpa kasur. Selesai. Singkat saja. Kenapa kita berfikir harus lama?
  • Penelitian thd Siswa kelas 4 SD : 87% sudah menonton pornografi lewat hp, DVD, situs internet, games, komik, sinetron, dll. Dimana? 51% melihat di rumah sendiri/saudara! Kemana orangtuanya? Ada. Tapi PINGSAN! (Sinisme)

  • Kekerasan seksual terjadi dimana saja. Oleh siapa saja. Bahkan supir pribadi